Balanga Dayak

By on January 13, 2015

Jika di daerah Jawa, kita bisa menemukan keris sebagai benda-benda bermuatan mistis, maka beda jika berkunjung ke pemukiman suku Dayak. Bagi Suku Dayak, mereka memiliki balanga sebagai benda sakral. Balanga sendiri adalah sejenis guci keramik khas dari Suku Dayak. Di antara keramik lainnya, Balanga  memiliki harga tertinggi. Faktor yang menentukan harga tersebut adalah bahannya, tak hanya terbuat dari tanah liat, tetapi juga dicampur dengan serbuk emas atau benda berharga lainnya.

Balanga biasanya digunakan sebagai barang adat pada acara peminangan dan tempat menyuguhkan makanan bagi para leluhur atau roh-roh suci serta dipergunakan untuk membuat “Pantan Balanga”.

Seperti guci-guci umum lainnya, motif dan ukuran Balanga juga bervariasi. Kita bisa melihat berbagai koleksi Balanga di Museum Negeri (Museum Balanga) Daerah Kalimantan Tengah. Di Museum inilah beragam koleksi Balanga berusia ratusan tahun disimpan dan dipamerkan.

Bagi suku Dayak, Balangan memiliki makna tersendiri. Memiliki banyak koleksi balanga, mampu meningkatkan status sosial seseorang, bahkan masyarakat akan menyeganinya. Orang Dayak juga meyakini bahwa balanga mempunyai roh yang bertempat tinggal di langit ke enam. Itulah sebabnya pada telinga balanga, sering digantungkan sesajen. Apabila ada balanga yang pecah, upacara adat diadakan, agar roh balanga tidak marah.