Berteriaklah Saat Tubuh Merasa Sakit

0
65

Berteriak saat kita mearsakan sakit merupakan reaksi yang wajar. Menrut penelitian, berteriak bukam hanya reaksi spontan saja. Penelitian menunjukan reaksi-reaksi seperti berteriak, mengeluh, atau mengaduh merupakan cara tubuh melawan rasa sakit.

Ketika seseorang berteriak, ‘aw!’, ‘ouch’ atau ‘aduh!’, reaksi tersebut akan memanipulasi sinyal sakit yang dihantarkan dari tubuh ke otak. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebenarnya manusia melakukannya untuk mengalihkan diri sendiri dari rasa sakit tersebut.
Para peneliti dari departemen psikologi dan neurobiologi National University of Singapore memaparkannya dalam jurnal ilmiah Journal of Pain, “Suara yang dikeluarkan saat mengalami rasa sakit umumnya memicu mulut untuk terbuka, lidah terangkat dan bibir membulat. Reaksi itulah yang sedikit banyak membantu orang menahan dan mengurangi rasa sakitnya.”
Para peneliti melakukan percobaan untuk melihat berapa lama para volunteer bisa tahan merendam tangannya di dalam air yang sangat dingin. Mereka  diperbolehkan berteriak ‘ow’ ketika tangan mereka sudah terasa sakit. Kemudian eksperimen diulang hingga empat kali, namun para partisipan dilarang mengeluarkan suara.
Dalam salah satu tes, partisipan dibolehkan menekan sebuah tombol ketika mereka merasakan sakit. Pada tes berikutnya, mereka diperdengarkan rekaman suara mereka sendiri ketika sedang berteriak ‘ow’. Tes lainnya lagi diputar rekaman suara orang lain sedang berteriak ‘ow’ dan eksperimen terakhir partisipan diharuskan diam dan tidak berteriak sampai mereka tidak bisa lagi menahan rasa sakit.
Hasilnya menunjukan bahwa partisipan bisa menahan sakit paling lama ketika mereka diperbolehkan berteriak. Mereka bisa menahan hampir rata-rata 30 detik. Sedangkan ketika dalam keadaan duduk dan tidak berbuat apa-apa, hanya bisa menahan sakit 25 detik. Sedangkan saat mereka diperdengarkan suara orang lain atau diri sendiri berteriak juga tidak memberikan dampak signifikan dalam menahan rasa sakit. Hal ini menunjukan teriakan atau erangan bisa berfungsi sebagai analgesik yang efektik kurangi sakit, dan membuat orang lebih mampu mengatasi rasa sakit.

Pesan yang datang menuju bagian otak yang mengatur penerimaan pesan secara vokal, akan menginterupsi penerimaan rasa sakit dari tubuh ke otak. Akibatnya sensori motorik juga terganggu. Sensori motorik erat kaitannya dengan sistem syaraf pusat dan mengubah otot jadi menegang. Proses itulah yang dianggap bisa kurangi rasa sakit. (berbagai sumber)

Tinggalkan Komentar