Bisnis Sukses Dibalik Tas Eiger

By on March 31, 2015

Pernah dengar tas dan perlengkapan gunung merk Eiger? Atau tas Bodypack atau Exsport? Pastinya anda mengira merk-merk tas yang dikenal dengan kualitas terbaiknya itu tas ekspor. Tak banyak yang tau kalau tas-tas tersebut ternyata berasal dari Bandung. Berada di tangan penguasaha kreativ asal Bandung, Ronny Lukiot, kini tas-tas buatan negeri sendiri bahkan bisa menyaingi produk luar negeri. Hingga kini, Ronny Lukito bisa membuat 2.5 juta tas dengan 8 ribu desain yang berbeda tiap tahunnya.

Ronny lahir 53 tahun silam di Bandung. Keluarganya sangat sederhana, bisa dibilang keluarga urang mampu. Penghasilan keluarganya sehari-hari didapat dari penjualan yang dibuat sendiri. Saat kecil, Ronny sering membantu ayahnya dengan mengambil bahan-bahan pembuatan tas yang berada di sekitar rumahnya.

Saat memasuki SMA, Ronny memilih masuk STM karena ayahnya menginginkan saat lulus, ia bisa lamgsung bekerja. Setiap sore selepas pulang sekolah, Ronny bekerja sambilan di bengkel. Saat lulus, ia ingin melanjutkana studinya ke perguruan tinggi, namun karena terbentur biaya, akhirnya sehari-harinya ia lalui dengan membantu ayahnya.

Awalnya tak pernah terlinas dipikiran Ronny dirinya akan menjadi pengrajin tas seperti ayhanya. Karena keadaan ekonomi keluarganya, ia pun ikut membantu ayahnya membuat tas dan bertekad memiliki usaha tas sendiri. Jiwa bisnisnya memang sudah terlihat sejak ia STM. Saat itu, Ronny menjual susu ke tetangga-tetangganya.

Setelah lulus STM , Ronny mulai berani memasukkan produk tas milik ayahnya ke Matahari Department Store, namun sayang permintaannya ditolak. Ronny berkreasi sendiri agar tasnya tersebut dapat menjadi pilihan konsumen. Akhirnya setelah 12 kali percobaan, pada usahanya yang ke 13 akhirnya Matahari mau menerima. Walaupun dengan keuntungan yang sedikit, Ronny tetap tidak menyerah.

Dengan keuntungan yang sedikit tersebut, Ronny menabung untuk membeli rumah yang sedikit lebih besar untuk usahanya. Pada tahun 1984, Ronny akhirnya bisa membeli rumah. Nama pertama merk tasnya adalah Exxon, karena terbentur copyrigh,. Ronny merubah menjadi Exsport (Exxon Sport). Ronny pun mulai memasarkan tasnya tersebut ke Matahari, Ramayana, Gunung Agung sampai Gramedia.

Pada tahun 1993, Ronny membuat merk dagang ‘Eiger’ yang diambil dari nama gunung di Swiss, Gunung Eiger. Pada awalnya, Eiger hanya memproduksi tas jenis ransel saja, tetapi lama kelamaan Eiger juga merambah ke peralatan gunung. Baru setelah tahun 1998, Eiger membuat toko dan pabrik sendiri. Produk tas dari Ronny antara lain, Eiger, Exsport, Bodypack, XTREME dan Neosack.

 Pada hantaman krisis moneter tahun 1998, Ronny terlilit utang yang cukup banyak. Tetapi usahanya masih bertahan, bahkan Ronny tidak perlu mem-PHK satupun karyawannya. Sekarang Ronny mempekerjakan 5000 karyawan di semua cabang perusahaannya. Karena berhasil lolos dari krisis moneter tersebut, Ronny semakin fokus kepada lingkungan. Ronny bersama pihak LSM lingkungan hidup telah menaman setidaknya 1.5 juta bibit pohon di Indonesia. Dan Ronny juga telah mendirikan dusun Bambu Family Leisure Park di Cisarua Bandung. (berbagai sumber)