Burung Jalak Bali, Maskot Faunanya Pulau Dewata

By on September 21, 2013

Indonesia yang kaya ini punya banyak potensi yang tak ternilai harganya, untuk kategori fauna sendiri saja, Indonesia punya banyak hewan yang unik dan khas hingga akhirnya dinobatkan menjadi maskot bagi provinsi tertentu yang memang habitatnya banyak ditemui disana. Pulau Bali sendiri punya Jalak Bali sebagai maskotnya, Jalak Bali dinobatkan menjadi lambang fauna Bali sejak tahun 1991. Hewan ini mempunyai nama latin Leucopsar Rothschildi, masuk dalam kategori burung pengicau yang ukurannya sedang, panjangnya hanya sekitar 20-25 cm. Burung yang merupakan hewan endemik Pulau Dewata ini kerap ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali, nama Jalak Bali sendiri adalah pemberian seorang pakar hewan asal Inggris yang pada tahu 1912 meneliti mengenai burung ini secara keseluruhan.

Selintas mata, tampilan Jalak Bali dinilai mirip burung Jalak Putih. Memang ciri khusus burung jenis ini ia punya warna putih mendominasi seluruh bagian bulu di tubuhnya kecuali pada bagian ekor dan sayapnya, ada semburat warna hitam. Untuk jantan atau betina hampir sama, tidak terlalu terlihat bedanya, hanya dibedakan dari ukurannya saja, yang jantan biasanya lbh besar daripada yang betina, selain itu jambul pada burung Jalak Bali jantan lebih tegak. Secara karakter, burung Jalak Bali dikenal suka berkicau dan menari, termasuk hewan yang aktif dan menyenangkan melihat tingkah polahnya. Bukan hanya keindahan fisiknya yang menarik perhatian tapi karakternya yang ceria mampu membius perhatian siapa saja, tak heran bila hewan ini kerap diburu untuk dijadikan perliharaan. Bentuk fisik Jalak Bali, ia punya bola mata coklat tua dengan kaki empat jari berwarna biru keabu-abuan, paruhnya runcing coklat kekuningan. Di lingkungan habitat liarnya, Jalak Bali biasanya hidup di pepohonan seperti pohon palem, semak-semak liar dikawasan hutan luas yang rimbun dan tertutup. Ia mengonsumsi serangga dan hewan melata yang kecil-kecil seperti ulat atau cacing, namun tak menolak juga bila ada pisang atau jambu untuk dimakan. Jalak Bali adalah hewan sosial, ia suka hidup bergerombol dengan kelompoknya , namun bila sudah bertemu pasangan, ia akan lebih memilih hidup berdua dan melakukan kegiatan berkembang biak di musim penghujan, serta butuh waktu sekitar 17-20 hari untuk mengerami telurnya.

Seperti yang sudah disinggung diatas sebelumnya, karakternya yang riang dan doyan berkicau ini menarik minat para pecinta burung, makanya Jalak Bali kerap menjadi incaran kolektor burung mapun pemburu liar karena harganya di pasaran lumayan tinggi. Ini pula yang menyebabkan populasinya terancam dan masuk ke dalam zona hewan hampir punah. Untuk menjaga agar jumlahnya tidak semakin habis, pemerintah yang berwenang memasukkan hewan ini ke dalam undang-undang perlindungan hewan melalui aturan Keputusan Menteri dan Peraturan Pemerintah Daerah terkait. Bagusnya lagi, sejak beberapa tahun ini dicanangkan pula kegiatan penangkaran burung Jarak Bali di Bali dan Pulau Jawa sebagai upaya pelestarian hewan endemik Bali ini. (Arisca Meir/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: cutestpaw.com)