Butet Manurung, Guru Teladan Bagi Suku Anak Rimba

By on August 23, 2013

Terlahir dengan nama lengkap Saur Marlina Manurung, perempuan kelahiran Jakarta, 21 Februari 1972 ini dikenal sebagai perempuan inspiratif yang bersusah payah merintis dan berlaku sebagai praktisi pendidikan alternatif bagi masyarakat terpencil di bagian daerah Indonesia. Sebagai keturunan Batak sebagaimana umumnya yang kerap mendapat panggilan “Butet” khusus anak perempuan, ia pun dikenal dengan nama Butet Manurung. Sekolah rintisan pertamanya ia terapkan teruntuk mereka, masyarakat  Orang Rimba (Suku Kubu) yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi.

Dalam hal berbagi ilmu, ia menggunakan metode setengah Antropologis, ia mengajarkan anak-anak muridnya membac, menulis, dan berhitung semua itu dilakukannya sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama beberapa bulan. Sistem ini ia lakukan melihat, mempertimbangkan serta menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat didiknya supaya visi dan misinya bisa lebih mudah diterima. Setelah semua tersusun secara sistematis, kemudian ia mulai mengenalkan sambil mengembangkan Sakola Rimba, yang kemudian hingga saat ini, sistem ini diterpakan pula di berbagai temat terpencil lainnya di Indonesia seperti Halmahera juga Flores. Pahit manis, jatuh bangun sudah ia rasakan dan alami demi cita-cita mulianya untuk membentuk serta membangun manusia Indonesia agar lebih baik lagi, tahun 1999 adalah kali pertama ia menginjakkan kaki di hutan Bukit Duabelas dengan membawa misi memperjuangkan pendidikan bagi anak-ana suku pedalaman. Tentunya tidak mudah bagi seseorang yang datang dari kota besar untuk berjuang agar bisa diterima dalam komunitas atau masyarakat Orang Rimba. Tekadnya yang bulat serta niat tulusnya membuat ia tidak menyerah begitu saja pada setiap kendala yang ia hadapi. Bahkan pengalaman hidupnya yang berharga serta sarat akan isnpirasi ini dituangkannya dalam sebuah buku yang ia tulis sendiri bertajuk The Jungle School. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: viva.co.id)