Erick Thohir, Pengusaha Muda yang Eksis Hingga Mancanegara

By on September 9, 2013

Pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini dikenal sebagai pengusaha muda asal Indonesia yang juga menjadi salah satu pendiri Mahaka Media, ia menjadi populer namanya berkat eksistensinya di bidang olahraga. Putra dari Teddy Thohir ini tercatat sebagai salah satu pemilik Astra International Group. Basic keluarga yang memang pengusaha membuatnya sudah belajar bisnis sejak usia masih terbilang sangat dini. Tahun 1993 Erick menyelesaikan pendidikannya di program Master untuk Administrasi Bisis Universitas Nasional California di Amerikat Serikat, sedangkan gelar sarjana ia peroleh setelah mengenyam pendidikan di Glendale University. Sekembalianya ia ke tanah air, bersama beberapa rekannya yang lain ia membangun Mahaka Group yang pada tahun 2001 kemudian membeli media harian Republika yang kala itu terancam gulung tikar, karena latar belakangnya yang memang tidak punya pengalaman dalam bisnis media, ia pun mendapat bimbingan tidak hanya dari ayahnya tapi juga dari Dahlan Iskan (Jawa Pos) serta Jakob Oetama (Kompas), hingga Juni 2008 ia menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur PT. Mahaka dan tahun 2010 hingga kini, ia menjadi Komisioner. Selain itu ia pun mengelola Harian Indonesia uang berbasis di negara tetangga yakni Malaysia, ia pun ditunjuk menjadi Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk KADIN (Kamar Dagang Industri).

Di bawah kepemimpinannya, Grup Mahaka telah berkembang dan melahirkan karya-karya baru seperi Parents Indonesia, a+, Republika, JakTV, Stasiun Radio Gen FM, Prambors FM, Delta FM, juga Female FM. Selain bergerak di bidang industri media, ia pun merambah bisnis periklanan, travel agent, hingga organisasi amal seperti Dompet Dhuafa, Darma Bakti Mahaka Foundation, serta menjadi Presiden Direktur VIVA Grup juga Beyond Media. Sungguh luar biasa aktif memang pria yang menggemari olah raga bola basket ini. Tidak heran ia pernah ditunjuk untuk menjadi ketua PERBASI periode 2006-2010 juga SEABA (2006-2010 dan 2010-1014). Tahun 2012, iadan rekannya Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D. C. United, kiprahnya ini membuat namanya terkenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah dibelinya saham dari Philadelphia 76ers. Tidak hanya itu saja, tahun 2013 namanya kembali menjadi pusat perhatian karena tawarannya sebesar 250 hingga 300 juta Euro atau sekitar 2,832 Triliyun Rupiah untuk membeli 80% saham dari klub sepak bola Italia terkenal yaitu Interb=nazionale Milano atau akrab disebut Inter Milano, disinyalir media Italia, ia bisa membeli sekitar 75% dari saham Inter Milan yang ia tawarkan. Erick Thohir juga dikenal sebagai penulis, lewat karyanya yang bertajuk Pers Indonesia di Mata Saya tahun 2011 ia mencoba mengemukakan pandangannya selama berkecimpung di industri media selama ini. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: yapono.wordpress.com)