Es Selendang Mayang, Segarnya Betawi Jadul

By on November 7, 2013

Selain kerak telor, Jakarta (Betawi) juga terkenal dengan minuman jadulnya, es selendang mayang. Jika kita berjalan-jalan di salah satu sudut kota Jakarta, khususnya Kota Tua, pasti kita akan sering melihat salah satu jajanan khas betawi ini. Memang agak sulit jika kita mencari es selendang mayang jika bukan di daerah Kota Tua, karena memang jajanan ini bisa dibilang mulai punah keberadaannya. Es selendang mayang sendiri awalnya bernama es selendang saja, namun berubah menjadi es selendang mayang karena gual aren yang dipakai di es selendang mayang. Es selendang mayang sempat menghilang beberapa puluh tahun setelah jaman kemerdekaan, namun kembali muncul sekitar tahun 90an.

Bahan es selendang mayang sendiri perpaduan antara kuah santan, gula, dan potongan selendang mayang yang berwarna-warni dan ditambah batu es. Minuman khas betawi ini sangat cocok dinikmati saat cuaca sedang panas-panasnya. Untuk pembuatan selendang mayangnya juga cukup mudah, campur beberapa bahan seperti tepung sagu aren, tepung hunkwe, garam, pandan, pewarna makanan dan air, aduk dan masak hingga matang, lalu dinginkan. setelah dingin, selendang mayang dipotong kotak-kotak dan siap dijadikan bahan utama es selendang mayang ini. Tekstur selendang mayangnya seperti kue lapis kanji namun lebih lembut dan rasanya tawar, karena jika diberi tambahan gula atau garam, tidak akan tahan lama. Setelah dipotong-potong ditaruh di mangkuk, diberi sirup gula merah, es batu dan santan.

selendang-mayang2

Untuk menikmati segarnya minuman betawi yang jadul ini, kita hanya cukup merogoh kocek sekitar Rp. 5000,-. Di Kota Tua sendiri, Anda dapat menemui es selendang mayang dari pukul 09.30 WIB hingga 22.00 WIB, atau bisa anda temui ketika event-event kebudayaan di Jakarta. Jika anda kesulitan mencarinya, kita bisa membuat es selendang mayang sendiri di rumah, selain lebih higienis dan bisa disesuaikan dengan selera, kita juga berkontribusi dalam melestarikan salah satu kuliner betawi ini. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: cobeklombokijo-duniasangmaya.blogspot.com; beritadaerah.com)