Konflik Rumah Tangga, Ini Penyebabnya !

By on July 18, 2015

konflik rumah tangga

Memiliki rumah tangga yang harmonis adalah idaman bagi semua orang. Namun nyatanya konflik rumah tangga memang tidak bisa dihindari. Justru tanpa konflik, rumah tangga seperti sayur tanpa garam, terasa hambar dan tidak ada pembelajaran hidup didalamnya. Namun bukan berarti konflik terus menerus dibolehkan. Terlebih dengan karakter suami – istri yang berbeda. Namun jika suami – istri tidak saling menghormati, tidak mau bermusyawarah untuk menemukan solusi, dan selalu menonjolkan egonya masing-masing maka konflik akan semakin sulit terselesaikan. Ada beberapa factor yang membuat konflik rumah tangga berkepanjangan. Berikut adalah penjelasan hal-hal atau faktor yang membuat konflik dalam rumah tangga semakin berkepanjangan.

Hal-hal yang Menimbulkan Konflik Rumah Tangga :

1. Tidak jujur

salah satu factor terbinanya hubungan baik dengan manusia adalah kejujuran. Termasuk juga hubungan dalam keluarga, antara suami-istri, orang tua-anak, serta sesama saudara. Banyak rumah tangga yang berakhir dengan tidak baik karena ketidakjujuran.

2. Emosi yang Tak Terkontrol

tempramen seseorang bisa memicu terjadinya konflik. Suatu masalah yang sebenarnya sederhana bisa menjadi maslaah besar jika diatasi dengan emosi, dan semakin memperkeruh suasana. Begitu juga konflik antara orang tua dan anak. Orang tua yang tempramen membuat anak takut dan enggan di rumah, sehingga ia lebih memilih kabur dari rumah. Tentu saja ini akan semakin menambah masalah dan konflik rumah tangga tak kunjung selesai.

3. Kurang komunikasi

Dalam sebuah hubungan, yang paling penting adalah komunikasi. Tanpa komunikasi, maka keluarga tidak bisa saling sharing apa masalah sebenarnya dan mencari solusi bersama. Cara berkomunikasi juga perlu diperhatikan, contohnya saja penggunaan bahasa dan cara bicara. Harus melihat dengan siapa kita berbicara. Bagi anak, jangan sampai cara bicara yang kurang baik, malah membuat orang tua tersinggung dan semakin memperkeruh keadaan.

konflik rumah tangga

sumber : indonesiaone.org

4. Ketidakpercayaan

Selain komunikasi, kepercayaan juga factor utama dalam terciptanya hubungan yang baik. Jika kita terus melakukan kesalahan yang sama meski telah berjanji tidak akan melakukannya lagi, bagaimana orang lain akan percaya sepenuhnya lagi. Mereka akan sulit mempercayainya lagi meski dengan alasan apapun. Jika rasa percaya sudah hilang, maka solusi untuk berdamai semakin sulit diraih.

5. Faktor Fisik

Sebisa mungkin, saat sedang dalam konflik atau masalah dalam keluarga, hindari  melakukan kekerasan dengan fisik. Banyak rumah tangga yang hancur karena kekerasan dalam rumah tangga. Misalnya jika si anak melakukan kesalahan, jangan langsung memperingatinya dengan memukulnya. Selain tidak baik bagi keadaan psikologisnya, ini juga bisa membuat trauma dalam dirinya. Sehingga ia akan semakin takut dengan orang tuanya dan menjauhkan hubungan antara orang tua dan anak.