Jengkol, Buah Berbau Khas dari Daratan Indonesia

By on March 28, 2015

Siapa yang tak mengenal jengkol, salah satu tanaman yang buahnya sering dibandingkan dengan petai ini memang cukup populer di Indonesia. Tanaman yang memiliki naman latin Archidendron pauciflorum ini merupakan spesies tanaman biji-bijian yang berbentuk bulat pipih. Kulitnya berwarna coklat tua dan buahnya berwarna krem. Bau jengkol sangat khas, apalagi setelah dicerna dalam tubuh dan dikeluarkan sebagai urin, cukup menimbulkan bau yang tak sedap. Tapi meskipun begitu, jengkol menjadi salah satu makanan yang memiliki penggemar di Indonesia.

Jengkol di Indonesia paling sering diolah dengan cara disemur, apalagi bagi masyarakat Betawi, jengkol bisa jadi makanan yang diharapkan ada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Selain disemur, jengkol juga bisa digoreng, dibalado, atau direndang. Jengkol bisa juga dijadikan snack, pengolahannya mirip seperti pembuatan emping, biji jengkol dipipihkan lalu dikeringkan. Bagi beberapa orang, jengkol punya bau yang khas yang bisa menggugah selera makan dan bahkan sebagian orang memanggap buah jengkol lebih lezat daripada daging. Bagi yang tidak suka dengan jengkol, bau jengkol sebenarnya bisa diminimalisir saat dimasak. Bau jengkol bisa sedikit dihilangkan dengan direbus atau direndam dalam air dalam waktu yang agak lama.

Jengkol juga menimbulkan sedikit masalah pada penampilan seseorang. Biasanya orang yang habis memakan jengkol, nafas, keringat, urin, dan fesesnya berbau tidak sedap yang cukup mengganggu orang disekitarnya. Hal ini bisa diatasi dengan berkumur dan menggosok gigi, makan permen penyegar, memakai deodoran, dan sabun. Dalam kesehatan, jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi jengkol akan menyebabkan’jengkolan’. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air dengan pH asam  dan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. jadi selalu ingat ‘segala yang berlebihan tidak akan baik’. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com)