Jokowi, Pengemban Aspirasi Rakyat Kecil

By on March 10, 2014

Pemilik nama asli Ir. H. Joko Widodo adalah salah satu pemimpin terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini adalah pengusaha mebel dan Walikota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ketika itu, dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tahun 2012 lalu, Beliau bersama dengan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) diamanahi untuk memipin Jakarta.

Kesuksesan seorang Jokowi sebagai seorang pemimpin rakyat dan pengusaha tidak lepas dari pengalaman masa kecilnya. Jokowi kecil sempat mencicipi bagaimana pahitnya kehidupan saat rumahnya tergusur. Rumah petak sekaligus tempat usaha kayu ayahnya di daerah Cinderejo Lor, digusur dan dijadikan pusat jasa travel. Meskipun kehidupannya berat, tapi ia tetap menjadi anak yang ceria dan periang. Jokowi sejak kecil juga dikenal sebagai anak yang selalu mengalah, untuk menghindari pertengkaran. Sikap terpujinya tersebut diwarisi Jokowi dari kedua orangtuanya yang selalu mengajarkan makna ikhlas dan bertanggung jawab.

Setelah lulus dari SMA, beliau melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, dan pada tahun 1985, dirinya merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan. Untuk mengembangkan dirinya,  pada tahun 1998, ia berhenti bekerja dan memulai berbisnis sendiri bermodal dari pengalaman yang pernah ia miliki. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.

Pada tahun 2005, Pak Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini bahkan hingga saat ia terpilih. Akhirnya Beliau pun terpilih menjadi Walikota Solo. Selama kepemimpinannya, Solo banyak mengalami kemajuan. Setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Selama Jokowi menjabat sebagai Walikota Surakarta, ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Hingga akhirnya Surakarta bisa menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan.

ensiklopediaindonesia-jokowi2

Joko Widodo | Foto: Tempo.co

Jokowi juga dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati. Sikap rendah hati Walikota solo ini tidaklah dibuat-buat. Bagi Masyarakat Solo, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan mereka. Di lorong pasar dan jalan-jalan di Kota Solo, Pak Jokowi sering sekali mengobrol dan mendengarkan keluh kesah rakyat tanpa jarak. Lebih mengejutkannya lagi, selama ia menjabat menjadi Walikota Surakarta, Jokowi belum pernah mengambil gajinya dan Mobil yang ia pakai sebagai mobil dinas saat ini hanyalah “warisan” mobil dinas pendahulunya yaitu Bapak Slamet Suryanto.

Hingga kini, Jokowi selalu membuat perubahan yang lebih baik dalam memimpin Jakarta. Gaya blusukannya yang khas menjadi inspirasi bagi para pemimpin – pemimpin rakyat yang lainnya. dan untuk pemilu 2014 ini, Jokowi menjadi kandidat Capres terkuat yang dicalonkan. Terus Semangat Pak Jokowi. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com | Foto: 1 & 2)