Keris, Antara Senjata, Budaya, dan Misteri

By on October 24, 2013

Indonesia terkenal akan budaya yang beragam dari sabang sampai merauke. Dari budaya-budaya itulah lahir benda-benda yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Mulai dari pakaian adat, tarian, alat musik, adat istiadat dan senjata-senjata tradisional. Salah satu senjata tradisional yang paling dikenal sebagai ikon Indonesia adalah Keris.

Keris adalah senjata tikam pendek yang berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya, bentuknya  memiliki keunikan tersendiri sehingga mudah dibedakan dengan senjata tajam yang lain. Kekhasan dari keris adalah bentuknya yang  tidak simetris di bagian pangkal yang melebar,bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor/hiasan (damascene), yang terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

keris2

Keris telah digunakan selama lebih dari 600 tahun oleh bangsa-bangsa Melayu seperti Malaysya, Filipina Selatan (Mindanau), Thailand Selatan, Brunei darusalam dan Indonesia.  Di Indonesia sendiri, Keris lebih dikenal di Indonesia bagian barat dan tengah. Bahkan pada zaman dahulu, dalam idealisme jawa, seorang laki-laki belum dikatakan ‘sempurna’ jika ia belum memiliki keris.

Asal-usul keris itu sendiri belum diketahui sepenuhnya karena tidak adanya sumber tertulis deskriptif yang menjadi acuan. Namun keris diyakini telah ada sejak sebelum abad ke 15, hal itu dibuktikan dengan adanya penyebutan kata ‘keris’ pada prasasti yang berasal dari abad ke 9. Sementara itu, kajian tentang perkembangan keris dan fungsinya terus dilanjutkan dengan melihat pada analisis figur yang ada di candi atau patung dan melalui laporan-laporan dari para penjelajah asing yang datang ke Nusantara.

keris

Pada perkembangannya, menurut pemaparan para penjelajah asing, keris pada zaman dahulu digunakan sebagai senjata para kalangan awam Majapahit. Sedangkan pada masa kini, keris memiliki berbagai fungsi yang beragam yang dilihat dari bentuk keris yang ada. Beberapa prasasti menunjukan bahwa keris sebagai elemen persembahan, dan hingga kini keris juga masih menjadi bagian dari sesaji. Biasanya keris digunakan dalam acara atau ritual-ritual mistik. Keris dianggap sebagai benda yang mempunyai kekuatan mistik. Di kalangan perkerisan jawa hari ini, keris dilihat sebagai Tosan Aji atau “benda keras (logam) yang luhur”, bukan sebagai senjata.

keris3

Untuk tata cara penggunaan keris, setiap daerah memiliki caranya sendiri-sendiri. Contohnya di daerah Jawa dan Sunda, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Penempatan keris di depan dapat diartikan sebagai kesediaan untuk bertarung. Selain itu keris juga biasa digunakan sebagai pelengkap busana pernikahan untuk pengantin pria. Hal ini terjadi karena keris dianggap sebagai lambang pusaka dan simbol kejantanan pria. Sedangkan di Kalimantan dan Sumatra, keris diletakan didepan pada acara-acara kebesaran.

Di Indonesia, keris merupakan salah satu budaya yang masih bertahan, bahkan keris telah diakui menjadi warisan budaya dunia milik Indonesia oleh UNESCO. Oleh karena itu kita mesti menjaga, melestarikan, dan menghargai keris sebagai warisan budaya bangsa agar tidak punah dan diakui bangsa lainnya. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: galleonlost.com; wikipedia.org)