Kisah Reza Nurhilman si Presiden Keripik Pedas Maicih

By on February 28, 2013

Siapa yang tak mengenal kripik pedas Maicih. Siapa sangka, penemu kripik pedas ini, Reza nurhilman mendapatkan ide pertama kali dari seorang nenek yang ia temui lima tahun lalu. Ia tertarik oleh usaha yang digeluti oleh sang nenek, yaitu menjual kripik singkong.

Dengan berbekal modal 15 juta rupiah, Axl, panggilan akrab Reza, mulai memproduksi kripik singkong Maicih sebanyak 50 bungkus sehari. Ia membuat perbedaan level pedes dari 1 hingga 5. Ia mulai memasarkan produknya dengan memberikan sample kepada teman dan kerabatnya melalui jejaring sosial.

Selain cita rasa pedasnya yang bertingkat-tingkat levelnya, hal lain yang membuat unik Maicih adalah penciptaan jargon atau sebutan bagi seluruh stake holder Maicih oleh manajemen Maicih. Sebutan ini menjadi amat penting dalam komunikasi manajemen dengan calon konsumen, reseller, dan para pembuat keripiknya.Ada“Emak” (nenek), sebutan untuk pembuat keripik Maicih dan “Cucu” untuk konsumennya. Kemudian, ada “Jendral” untuk reseller-nya, “Icihers” sebutan gaul bagi penggemar keripik Maicih, “Republik Maicih” untuk manajemen, dan istilah “tericih-icih” untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya keripik Maicih.

Axl pun memutuskan untuk fokus berkomunikasi dan melayani pemesanan produk lewat jejaring sosial Twitter @infomaicih, Facebook maicih, dan website www.maicih.co.id. Ia beralasan untuk tidak membuka gerai fisik karena tingginya biaya operasional, selain itu gerai fisik juga tidak mampu menciptakan interaksi antara brand Maicih dengan konsumen. (Hikari Chan/inloveindonesia.com)