Kisah Prof. Dr. M. Suyanto, MM, Sukses Memajukan STMIK Amikom Yogyakarta

By on February 27, 2013

Prof Dr M. Suyanto, MM adalah seorang pendidik yang juga dikenal sebagai entrepreneur. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Amikom Yogyakarta itu. Namun ia malah lebih suka mengidentifikasi dirinya sebagai wirausahawan, sehingga tidak jarang ia mengenalkan kegiatan berbisnis kepada mahasiswanya, sejak awal berdiri mahasiswa Amikom akan diajarkan e-business serta e-commerce, dan Suyanto ikut terjung langsung untuk memberikan ilmu. Pria kelahiran Madiun, 20 Februari 1960 ini memulai karirnya dari bawah, ia tidak hanya pengajar tetapi juga pencetak wirausahawan. Latar belakang keluarganya yang kurang mampu membentuk dirina menjadi sosok yang pekerja keras. Semasa kecil ia diasuh oleh neneknya supaya dapat terus bersekolah, sampai SMA ia harus ikut pamannya supaya bisa terus mengecap bangku pendidikan.

Keterbatasan ekonomi tidak membuat mentalnya melempem, orang tuanya petani hal ini justru membuat ia memiliki jiwa yang bersahaja juga optimis, apalagi pengalaman hidup yang mengharuskan ia terbiasa menumpang pada kerabat justru mengasah kemandiriannya sejak dini. Sejak kecil Suyanto sudah bisa berjualan, mulai dari layangan, tutorial pelajaran, apapun demi bisa memiliki uang jajan sendiri, sifat enggan merepotkan orang lain inilah yang membentuk pribadi mandirinya hingga sekarang. Hingga tahun 1994 tepat di tanggal 11 Oktober, ia mempelopori berdirinya STMIK AMIKOM Yogyakarta dengan budget terbatas, saking terbatasnya sampai-sampai kontrakan yang digunakan untuk gedung perkuliahan baru terbayar beberapa bulan kemudian. Perjuangan hidup sejak kecil ini membuatnya tidak punya alasan untuk tidak bersyukur, seperti yang ia tuangkan dalam buku hasil karyanya yang bertajuk “Smart In Enterpreneurship : Small Is Powerfull : Belajar Dari Strategi Pengusaha Kecil”.

Bagi alumni FMIPA Fisika UGM Yogyakarta yang juga bergelar PhD Management yang sudah jadi Doktor ini mengatakan bahwa banyak orang sukses berawal dari mimpi, suami dari ibu Anisah Aini ini menuturkan “Kalau mau sukses jangan takut bermimpi, jangan takut bercita-cita besar meskipun belum tahu bagaimana cara mewujudkannya. Toh semua perusahaan top dunia awalnya juga dari perusahaan kecil, merangkak dari bawah”, nah..strategi perusahaan kecil itulah yang kemudian perlu kita pelajari. Kunci berbisnis harus mau berlatih berpikir serta bertindak efektif dan menganggap kegagalan itu sebagai pelajaran hidup yang dapat diambil sisi positifnya. Baginya, bisnis harus sukses di dunia dan di akhirat, setiap pebisnis harus kreatif merubah kerugian menjadi keuntungan. Sekali lagi ia menegaskan, harus positive thinking dan optimis, anggap kompetitor sebagai penyemangat kita agar bisa lebih maju lagi, pokoknya jangan takut bersaing.

Ayah dua orang anak ini dikenal sebagai pribadi yang tenang dan ramah, selain smart ia pun enak diajak diskusi, ia tak menjaga jarak, tidak heran ia menjadi idola mahasiswanya. Perjuangan serta keuletannya membawa hasil, berikut gambaran perkembangan AMIKOM dari masa ke masa :

Selain itu yang lebih membanggakan lagi, tahun 2009 UNESCO menjadikan AMIKOM contoh sebagai Perguruan Tinggi Swasta Model Private Enterpreneur yang mana berulang kali alumni serta dosen pengajar mendapatkan pernghargaan diantaranya Techscape Anniversary Web Contest 2004 for Situs Gratisan.com dan juga Oto Web Contest Sumitomo Corporation 2006, 2 penghargaan dari Asia Pacific Economic Cooperation Digital Opportunity Center sebagai The Best E-Practice, 2 penghargaan Merit dari Indonesia ICT Award yang akhirnya mewakili Indonesia pada Asia Pacific Information and Communication Technology di Macau. Strategi bisnis yang matang dan terencana didukung peran media lokal maupun nasional baik cetak maupun online membuat nama AMIKOM semakin melambung, dengan metode serta gaya pengajaran yang menerapkan / menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi enterpreneur, Suyanto berharap generasi muda kita dapat membawa perubahan kemajuan yang berarti bagi negara ini. (Arisca Meir/inloveindonesia.com)