Lawar Bali, Makanan Tradisional Khas Bali

By on March 27, 2015

Bali dikenal sebagai daerah di Indonesia yang masih memegang teguh budayanya. Banyak sekali upacara-upacara adat dan keagamaan yang masih sering dilakukan olah masyarakat Bali. Dalam setiap acara tersebut ada satu makanan khas Bali yang menjadi sarana dalam upacara adat dan keagamaan di Bali, yaitu Lawar Bali. Bisa dibilang Lawar Bali ini tidak akan hilang selama kebudayaan Bali masih melekat erat dalam diri masyarakat Bali, bahkan semakin lama semakin populer keberadaannya.

Lawar Bali adalah makanan sejenis lauk pauk yang terbuat dari campuran daging atau ikan dengan sayuran dan bambu. Selain dikenal sebagai lauk pauk khas Bali, Lawar juga dikenal sebagai makanan yang disajikan dalam upacara-upacara adat dan keagamaan di Bali.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lawar adalah daging, kelapa, sayuran, bumbu dan kadang darah segar. Darah inilah yang membuat lawar berwarna merah, namun jika orang selain Bali bisa menikmati lawar tanpa darah, biasanya lawar ini disebut sebagai lawar putih, sedangkan lawar dengan darah disebut lawar merah. Daging yang bisa digunakan untuk membuat lwar antara lain sapi, babi, ayam, itik, ikan, penyu dan lain-lain. Sedangkan untuk sayurannya, anda bisa menggunakan nangka muda, pepaya muda, kacang panjang, daun belimbing dan lainnya. bumbu yang digunakan pun sangat bervariasi, bumbu yang digunakan untk membuat lawar mirip dengan bumbu untuk urap, antara lain bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, merica dan lainnya.

Ada yang unik dari Lawar Bali, ternyata penggunaan bumbu dan bahan yang berbeda bisa membedakan macam lawar yang dibuat. Jenis lawar yang dibedakan menurut penggunaan daging dan bumbu adalah lawar tulen, lawar penyon, lawar batu rubuh, lawar petak, dan lawar pepahit.

Tidak sulit untuk menemukan kuliner Bali yang khas ini. Hampir di setiap rumah makan di Bali menyediakan Lawar sebagai lauk pauknya. Untuk menikmati seporsi lawar biasanya berkisar antara 15 ribu – 20 ribu rupiah saja. Biasanya daging yang sering digunakan untuk membuat lawar adalah daging babi, tapi bagi yang muslim, anda bisa meminta untuk menggunakan daging sapi atau ayam dan tidak dicampur darah hewan. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (foto: bayuleykuk)