Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar di Asia Tenggara

By on October 31, 2014

Jika Anda sedang berkunjung ke Jakarta, jangan lupa untuk singgah di Masjid Istiqlal. Masjid terbesar ini sering menjadi tempat singgah utama para pelancong yang datang ke Jakarta untuk berlibur. Masjid Istiqlal terletak di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, tepatnya di timur lapangan Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas. Selain menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal juga menjadi salah satu dari 10 masjid terbesar di Dunia.

Masjid Istiqlal dibangun dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia. Ini terlihat dari namanya ‘Istiqlal’ yang berarti ‘kemerdekaan’. Peletakan batu pertama di lakukan oleh Presiden RI 1, Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961, dan pembangunan diselesaikan selama 17 tahun, dan diresmikan pada 22 Februari 1978. Saat itu biaya pembangunan Masjid ini sebesar Rp7.000.000.000,00 (Tujuh Milyar Rupiah) dan USD 12.000.000 (Dua Belas Juta Dollar Amerika Serikat) dengan menggunakan dana APBN.

Masjid Istiqlal diarsiteki oleh Frederich Silaban dengan menggunakan arsitektur bergaya Islam dengan didominasi oleh batuan marmer dan besi anti karat. Masjid Istiqlal menempati area seluas 9,5 hektar dan mempunyai luas bangunan 2,5 hektar dengan daya tampung masjid Istiqlal totalnya adalah 200.000 jamaah.

Masjid Istiqlal memiliki beberapa bagian bangunan. Gedung induk serta balkon masjid bertingkat 5 dan mampu menampung sekitar 61.000 jamaah. Bagian Gedung Pendahulu dapat menampung 8.000 jamaah. Sementara teras raksasa memiliki luas 19.800 m² dan dapat menampung 50.000 jamaah.

Pada setiap bagian bangunannya juga mengandung makna, seperti 5 lantai melambangkan shalat lima waktu dalam Islam. Atap kubahnya ditunjang oleh 12 pilar yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw yaitu 12 Rabiul Awal.

Jumlah tiang pancang Masjid Istiqlal sebanyak 5.138 tiang. Menaranya di sebelah timur memiliki ketinggian 6,666 cm yang melambangkan  jumlah ayat dalam Al-Quran. Sementara diameter menaranya adalah 5 meter dengan puncak menara setinggi 30 m dan berat 28 ton. (Hikari/ensiklopediaindonesia) (foto: wikipedia)