Mencicipi Mie Titi, Mie ala Makassar

By on September 17, 2013

Sulawesi Selatan punya khasanah kuliner yang beragam, selain Coto Makassar, Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung, coba deh anda mencicipi Mie Titi. Mie Titi sendiri bentuknya mirip dengan masakan cina yang namanya ifumie bedanya mie pada Mie Titi ini ukurannya lebih kecil daripada mie pada ifumie, yang pasti keduanya punya cita rasa yang akan menggoyang lidah serta memuaskan perut keroncongan anda. Mie Titi ini tak kalah sedap lho dengan Coto Makassar, Mie Titi sendiri terdiri dari mie kering yang disiram sayuran berkuah semacam capcay, mie yang dipakai mie telur kering yang digoreng terlebih dahulu, kemudian setelah minyaknya tiris, disiram dengan capcay. Buat anda yang belum pernah memakannya, bisa dibayangkan ya kriuknya mie yang digoreng berpadu sayuran segar dengan kuah agak kental yang gurih, hmnn..sedap!!! rasanya dominan gurih asin, jika anda suka pedas, tambahkan sambal atau irisan cabai agar cita rasanya makin kaya.

Mie Titi awalnya dibuat oleh seorang keturunan Thionghoa yang menetap di Makassar yang bernama Ang Kho Tjao. Hidangan ini dibuat untuk sesama warga Tionghoa yang tinggal di kawasan pecinan di pesisir Makassar. Karena kawasan tersebut berdekatan dengan tempat tinggal warga pribumi, jadilah mie ini menjadi hidangan yang sangat digemari oleh masyarakat umum. Setelah Ang Kho Tjao meninggal maka resep mie ini diturunkan kepada ketiga anaknya, yaitu Hengky, Awa dan Titi. Kedai milik Titi adalah kedai yang paling ramai dan terkenal. Jadilah sebutan Mie Titi menjadi sebutan yang populer hingga sekarang.

Maka mereka pun membuka jejaring usaha Mie Titi untuk menghidupi keluarganya. Sekarang Mi Titi sudah memiliki delapan jaringan. Tiga diantara cabang Mi Titi, seperti pusat Jl Irian, cabang Jl Boulevard dan Jl Datuk Museng dikendalikan Fredy Koheng. Bagi warga Tionghoa Makassar di era 1950 an, khusunya di kawasan Pecinan, Angko Tjao, adalah pedagang mie khas. Saat itu, warga sekitarnya menyebutnya, mi dadar atau mi yang digoreng dengan sedikit minyak, lalu ditekan-tekan wajan hingga gepeng menyerupai telur dadar. Mi bakar atau goreng adalah masakan khas Tionghoa Kwantong. Sedang mi goreng sedikit basah adalah masa khas Tionghoa Hokkian.

Cara Membuat :

–          Tata mie yang sudah direbus dalam saringan minyak kemudian goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang. Goreng hingga matang dan kering. Angkat dan sisihkan.

–          Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.

–          Masukkan dada ayam, udang. Aduk rata dan masak hingga udang berubah warna.

–          Masukkan wortel, bakso dan sosis. Tambahkan air kaldu dan bumbui dengan saus tiram, kecap ikan, garam, gula pasir dan merica bubuk.

–          Masak hingga wortel lunak kemudian masukkan sawi putih, aduk rata.

–          Tambahkan larutan sagu sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Masak hingga meletup-letup.

–          Tuang telur yang sudah dikocok lepas ke dalam saringan, tekan-tekan dengan menggunakan sendok hingga telur jatuh ke dalam kuah dan berserabut kasar. Masak hingga matang.

–          Tambahkan daun bawang, aduk rata dan matikan api.

Di Makassar, ada banyak tempat makan yang menyediakan mie titi. Bahkan, hampir di sepanjang jalan tersedia rumah makan dengan menu mie ini. Jadi, saat traveling ke Makassar, jangan sampai melewatkan wisata kuliner yang satu ini, ya! (www.inloveindonesia.com) (Foto: travel.detik.com)