Menemukan Jawa, Roma, dan Arab di Masjid Agung Jawa Tengah

By on July 7, 2014

Masjid, selain menjadi tempat ibadah bagi kaum muslim, dalam pembangunannya masjid juga banyak memiliki hal yang menarik untuk ditelisik. Contohnya saja dalam arsitektur atau gaya yang digunakan dalam rancangan bangunannya. Suatu masjid tak hanya terpengaruh oleh arsitektur Timur Tengah saja. Banyak arsitek lainnya yang bisa dipadupadankan dalam pembangunan sebuah masjid. Salah satu masjid yang memiliki perpaduan arsitektur yang mengagumkan adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Semarang.

Arsitektur yang digunakan dalam rancangan pembangunan masjid ini adalah campuran antara arsitektur Jawa, Roma, dan Arab. Arsitektur Jawa bisa dilihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid yang menggunakan motif batik seperti kawung, dan parang-parangan. Untuk ciri arsitektur Timur Tengah terlihat pada dinding-dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang mengadopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Sedangkan pada desain interior dan lapisan warna yang digunakan, arsitektur ini mengadopsi gaya Roma.

Selain bangunan masjid utama, di sini kanan masjid terdapat auditorium yang dapat menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. sedangkan pada sisi kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Dan untuk halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

Beberapa keunikan lain yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah antara lain terdapat Menara Al Husna yang memiliki ketinggian 99 meter dan Al Qur’an raksasa yang yang ditulis tangan oleh H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Ada juga replika beduk raksasa.

Fasilitas yang ada di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah sangat beragam seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, kios-kios cenderamata, cafe muslim, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.

Pada saat liburan, Masjid Agung Jawa Tengah banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara juga mengunjungi masjid ini. Biasanya para pengunjung disini untuk untuk beribadah sekaligus berwisata. (ensiklopediaindonesia.com)