Menikmati Legenda Kuliner Khas Solo, Tengkleng

By on July 23, 2014

Anda penggemar kuliner olahan daging kambing? Kalau iya, maka anda harus ke Solo. Disinilah surga segala olahan kambing yang sangat lezat tersedia. Setidaknya ada 3 olahan daging kambing yang wajib anda cicipi saat mampir ke warung sate kambing di Solo, yaitu Sate, Tengkleng, dan gulai kambing.

Meskipun Jawa lebih populer dengan olahan ayamnya, namun khusus di Solo, daging kambinglah yang menjadi primadona disini. Dari ketiga olahan daging kambing tersebut, yang menjadi legenda di Solo adalah Tengkleng.

Konon, dulu Tengkleng merupakan makanan rakyat jelata karena diolah dari tulang-tulang, jeroan, atau tengkorak kambing yang dagingnya masih menempel. Tapi kini tengkleng sudah naik pamor dan yang menikmatinya pun tak anya dari kalangan rakyat jelata.

Sensasi ‘nggerogoti’ dagingnya ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri para penggemar tengkleng. Kesannya memang tidak ‘elegan’, namun begitulah cara paling pas menikmati tengkleng.

Salah satu warung tengkleng yang paling populer di Solo adalah Warung Tengkleng Bu Edi yang berada di utara Pasar Klewer. Disini tak ada papan nama atau spandul sebagai penandanya, tapi jika Anda melihat banyak orang dalam antrian panjang, maka sudah dipastikan itu adalah warung makan tengkleng Bu Edi.

Warung Bu Edi memang sangat terkenal, saking terkenalnya, semua porsi tengkelng sebanyak lima panci besar bisa habis hanya dalam waktu 2-3 jam. Warung ini buka dari jam dua siang, namun para pembeli sudah antri sejak jam satu siang. Kebanyakan para pembeli disini membawa pulang tengklengnya, karena jangan harap Anda menemukan bangku dan meja berjajar disini. yang tersedia hanyalah dua buah bangku panjang. Meski begitu, ada juga yang menikmati tengkleng langsung di tempat. Tengkleng yang disajikan tidak menggunakan piring, namun menggunakan pincuk, tapi inilah yang membuat tengkleng Bu Edi terasa istimewa. (ensiklopediaindonesia.com) (foto: solopos)