Menyusuri Sejarah Transpotasi di Museum Kereta Api Ambarawa

By on July 19, 2013

Jika ke Ambarawa jangan lupa kunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, dulunya kawasan ini merupakan sebuah stasiun kereta api yang kini beralih fungsi menjadi museum yang sayang sekali untuk dilewatkan. Museum yang sarat akan nilai sejarah ini terletak di Jalan Setasiun No.1 Ambarawa, awalnya stasiun ini berdiri atas permintaan King Willem I yang tujuannya untuk mengangkut pasukan-pasukannya, berdiri pada lahan seluas 127.500 meter persegi stasiun ini awalnya bernama Stasiun Willem, kemudian pada tahun 1976 Soepardjo Roestam yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah pada masa itu yang lalu mengalihfungsikan stasiun ini menjadi sebuah museum. Berwisata mengunjungi museum tidak hanya akan menambah ilmu pengetahuan kita khususnya di bidang sejarah, tetapi museum juga bisa menjadi objek fotografi yang mempunyai nilai seni tinggi.

010512_0119_tripbandung2

Meskipun kelihatan sudah berumur, namun bangunan serta koleksi yang terdapat di museum tersebut masih terpelihara dengan baik, berkunjung kesini bagaikan flashback bagi para pengunjung, anda akan disuguhkan nuansa masa kejayaan jaman kolonial di masa lalu. Museum ini melayani perjalanan kereta wisata Ambarawa – Bedono pp, Ambarawa – Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa – Tuntang pp, Ambarawa Railway Mountain Tour beroperasi menuju Stasiun Bedono dengan jarak tempuh 1 jam, di sepanjang perjalanan satu jam tersebut anda akan disuguhi pemandangan alam yang asri dengan panorama serba hijau menyejukkan. Rute Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagus, lanskap persawahan dengan bakcground gunung Ungaran, Rawa Pening, juga Merbabu, untuk menikmati kegiatan wisata ini anda hanya perlu membayar tiket dengan harga yang terjangkau.

old-locomotive-01

Di museum ini terdapat 21 lokomotif uap dengan 3 buah lokomotif yang bisa dioperasikan, koleksi lain ada pesawat telepon antik, ben antik, peralatan telegram morse, dan beberapa vintage stuff lainnya. Belakangan museum ini mendapat kiriman lokomotif diesel hidrolik dari Cepu, selain itu museum ini juga punya koleksi berupa seperti Kereta Kayu Magelang, Kereta Kayu Balai Yasa Yogyakarta, Kereta Kayu Madura. Museum Kereta Api Ambarawa ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: aviva.co.id; nidasa.wordpress.com; jogjarentalmobil.net)