Ngerebong, The Sacred Tradition from Kesiman, Bali

By on March 26, 2013

Bali memang menarik untuk dikunjungi. Selain memiliki pesona pemandangan alam, Pulau Dewata juga kaya akan tradisi budaya dan adat istiadat. Tidak heran, karena memang masyarakatnya masih berpegang teguh pada adat istiadat yang dijadikan sebagai kearifan lokal. Salah satu tradisi yang menarik adalah Ngerebong yakni sebuah tradisi unik di desa Pekriman, Kesiman Denpasar. Setidaknya setiap 8 hari setelah Hari Raya Kuningan yakni Redite Pon Wuku Medangsia menurut penanggalan kalender Bali tradisi sakral ngerobong ini dilaksanakan.

Bali, salah satu destinasi wisata terfavorite di Indonesia bagian tengah ini memang sangat unik. Tak haya unik dari segi wisatanya, namun juga unik dalam segi budayanya. Masyarakat Bali dikenal sebgaai masyarakat yang masih berpegang teguh pada adat istiadat yang dijadikan sebagai kearifan lokal. Salah satu tradisi unik yang masih ada hingga kini adalah Ngerebong. Ngerebong adalah tradisi unik dari Kesiman, Denpasar yang biasanya dilakukan setelah beberapa hari dari Hari Raya Kuningan.

Ngerebong berasal dari kata ‘ngerebong’ yang berarti berkumpul. Tradisi ini dilakukan dengan cara yang cukup ekstrim, yaitu dengan menusuk diri sendiri dengan senjata tajam. Masyarakat Kesiman percaya bahwa pada hari itu para dewa berkumpul. Masyarakat mengawali tradisi ini dengan sembahyang di Pure yang sebelumnya telah didahului dengan alunan-alunan musik tradisional. Tradisi ini semakin riuh dengan adanya adu ayam di wantilan.

Puncak Ngerebong adalah ketika adanya penyisiran jalan oleh pecalang, kemudian para pemedek keluar dari pura untuk melanjutkan ritual dengan mengelilingi wantilan sebanyak tiga kali. Pada saat itulah para pemedek mulai kesurupan, berteriak hingga menangis sambil melakukan tindakan berbahaya seperti menghujamkan keris pada dada, leher, bahkan ubun-ubun. Namun anehnya tak ada yang berdarah satupun. Hal ini dipercaya karena adanya kekuatan magis dari roh yang menguasai tubuh para pemedek. Ritual ini dinamakan Ngurek. Selain para pemedek, ada juga barong dan rangda yang ikut menari dalam ritual ini.

Tradisi Ngerebong ini tidak hanya tertutup untuk masyarakat Bali saja, melainkan juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan. Namun untuk bisa menikmati keunikan tradisi tersebut, para pengunjung diharuskan memakai pakaian tradisional khas Bali. (Hikari Chan/inloveindonesia.com)