Pemuda Indonesia Lulusan SMA ini Kalahkan Insinyur Jebolan Oxford

By on February 28, 2015

Jika sebelumnya Indonesia memiliki tokoh genius dalam teknologi seperti BJ Habibie, seiring berjalannya waktu, kini mulai banyak bermunculan putra-putra Indonesia yang menginspirasi kalangan muda untuk terus berprestasi.

Sebut saja Ricky Alson, si putra petir dengan mobil listriknya dan segudang prestasinya di luar negeri, atau Bagus Nugroho yang berhasil mengalahkan ilmuwan-ilmuwan dunia dalam seleksi pemilihan ilmuwan untuk melakukan ekspedisi dan penelitian di Mars, dan masih banyak lagi kisah lainya seperti pelajar-pelajar Indonesia yang sudah berulangkali mendapatkan juara dalam ajang Olimpiade tingkat dunia.

Kali ini ada lagi dua putra Indonesia yang berhasil mengukirkan ama Indonesia sekali lagi di kancah Internasional. Kakak beradik ini bahkan berhasil mengalahkan peserta dengan gelar Ph. D dari Swedia dn insinyur jebolan University of Oxford dengan menjadi juara dalam mendesain jet engine bracket.

Jet engine bracket merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mengangkat mesin pesawat terbang yang paling ringan dari komponen yang sama yang pernah dibuat di dunia.

 Arfian Fuadi (28) dan Arie Kurniawan (23), kakak beradik asal Salatiga, berhasil menjadi juara pertama dalam ajang “3D Printing Challenge” yang diadakan General Electric (GE). Tidak hanya itu, dalam kompetisi tersebut, karya Arfian dan Arie berhasil mengalahkan karya insinyur lulusan universitas terkemuka dunia.

“Arfian dan Arie berhasil mendesain jet engine bracket  yaitu salah satu komponen untuk mengangkat mesin pesawat terbang yang paling ringan dari komponen serupa yang pernah dibuat di dunia. Bahkan, mereka berhasil mengalahkan peserta dengan gelar Ph.D dari Swedia yang menyabet peringkat kedua dan insinyur lulusan University of Oxford yang meraih juara ketiga,” ungkap Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia.

Dua pemuda lulusan SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah, ini berhasil menyisihkan 700 karya dari 50 negara peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

Keunggulan jet engine bracket yang didesain Arfian dan Arie adalah komponennya yang hanya berbobot 327 gram atau 84 persen lebih ringan dari pascaproses pembuatan blue print atau prototipe Jet engine bracket saat ini yang seberat 2 kilogram. (berbagai sumber)