Prof. Firmanzah, Ph.D Dekan Termuda Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

By on June 25, 2013

Terlahir di Surabaya, 7 Juli 1976 dengan nama Firmanzah, kini ia lebih dikenal dengan nama Prof. Firmanzah, Ph.D. Pria asal Kota Pahlawan ini menjadi populer ketika usianya menginjak 32 tahun. Di usia yang terbilang cukup belia, ia berhasil menduduki jabatan sebagai dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia menjalani tugas sebagai dekan untuk periode 2009-2013. Pria yang akarab dipanggil Fiz ini sekaligus mencatat sejarah baru sebagai dekan termuda yang pernah dimiliki UI, mimpinya agar ia bisa membawa fakultas yang dipimpinnya menjadi kampus modern yang terbuka.

Terlahir dari keluarga sederhana, anak ke 8 dari 9 bersaudara ini harus mengalami kenyataan ditinggal sang ayah karena perceraiannya dengan sang ibu, ia diberi kebebasan dalam menentukan cara belajar asalkan nilai yang ia raih harus bagus. Fiz kecil yang memiliki cita-cita sederhana yakni ingin menjadi orang yang berguna bagi masyarakat ini mengaku tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin dalam sebuah institusi apalagi di usianya yang masih muda, ia terpilih karena memang memiliki pengalaman praksis yang solid dengan catatan akademik yang baik. Ia sendiri alumni S1 UI angkatan 1998 jurusan Ekonomi, setelah lulus ia bekerja di sebuah perusahaan asuransi sembari menjadi Asisten Dosen di  almamater tercintanya, UI.

Berkat usahanya, ia mampu meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yakni ke Universitas Lille, dan gelar doktor ia raih selepas mengenyam bangku perkuliahan selanjutnya di University of Pau et Pays de l’Adour Perancis dan selesai tahun 2005. Ia sempat mengajar di Perancis satu tahun lamanya hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah air. Di tahun yang sama ia mulai meniti karir di almamaternya tersebut  hingga pada tahun 2008 itulah terpilih menjadi dekan termuda dengan serentetan tes serta uji ini dan itu. Salah seorang rekan kerjanya berkata, kelebihan Fiz salah satunya yakni memiliki kemampuan human relations yang baik. Selain tentunya sifat rendah hati, mau belajar dan mau mendengarkan orang lain.  Sebagai seorang intelektual muda ia juga aktif dalam seminar-seminar baik di dalam maupun luar negeri, aktif ikut kegiatan di forum internasional serta mengelurkan beberapa buku. (Arisca Meir/inloveindonesia) (Foto: setkab.go.id)