Rosianna Silalahi, Tokoh Pers Wanita Indonesia Masa Kini

By on July 29, 2013

Terlahir dengan nama lengkap Rosianna Magdalena Silalahi, wanita kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung 26 September 1972 ini mengawali karirnya sebagai presenter berita di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Sejak duduk di bangku SMA, putri dari pasangan L. M. Silalahi dan Ida Hutapea ini sudah menunjukkan bakat dan ketertarikannya pada dunia jurnalistik, dibangku SMA ia aktif tercatat sebagai anggota majalah dinding yang juga ikut mengelola majalah sekolah. Selepas lulus SMA, ia tercatat menjadi mahasiswa jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra UI, meski gagal mengecap ilmu di Komunikasi FISIP Universitas Indonesia yang menjadi impiannya, keinginan dan cita-citanya untuk bisa jadi wartawan tak pupus begitu saja. Usai meraih gelar sarjana di UI, ia mencoba peruntungan dengan melamar pekerjaan ke TVRI, sebelumnya ia sempat bekerja di perusahaan periklanan sampai akhirnya dipanggil untuk menjalani tes dan diterima untuk menjadi reporter TVRI.

Dari sinilah membuka peluang untuk membesarkan namanya, kesempatan itu datang di tahun 1998, ketika masa itu Liputan 6 SCTV membuka lowongan untuk reporter dan presenter baru, ia kemudian mengajukan lamaran pekerjaan, setelah diterima dan butuh waktu kurang lebih satu tahun kemudian ia mulai tampil di layar kaca sebagai presenter, meski tugas sebagai reporter pun masih dijalaninya. Tahun 2003 ia terpilih menjadi salah satu dari 6 jurnalis TV Asia yang mendapatkan kesempatan mewawancarai Presiden AS George W. Bush di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat.  Namanya semakin melejit setelah meraih penghargaan sebagai Pembawa Acara Talk Show Terfavorit dan Pembawa Acara Berita Terfavorit versi Panasonic Awards tahun 2004, tahun berikutnya Presenter Berita Terfavorit versi Panasonic Awards kembali diraihnya,dan masih banyak penghargaan lain yang berhasil ia raih berkat dedikasinya di dunia jurnalistik Indonesia. Rosi yang dikenal tegas dan lugas dalam membawakan acara maupun berita ini juga merhasil meraih penghargaan Indonesia Journalist Board 2004. Istri dari Dino Gregory Izaak ini semoat dikabarkan tergeser posisinya sebagai pemimpin redaksi Liputan 6 SCTV, ternyata fakta berbunyi justru ia mendapat kepercayaan lebih lagi untuk menjalani karir sebagai penasihat Presiden Direktur. Perempuan yang identik dengan rambut pendeknya ini berhasil membuktikan bahwa di jaman yangs erba canggih ini wanita juga bisa punya kesempatan memiliki karir gemilang serta meraih prestasi khususnya di dunia jurnalistik, sebuah bidang pekerjaan yang memang didominasi kaum laki-laki. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: fimela.com)