Roti Buaya, Roti Persembahan Pada Pesta Pernikahan Adat Betawi

By on September 20, 2013

Roti Buaya adalah kuiner atau hidangan khas suku Betawi, Roti Buaya adalah roti manis berbentuk buaya  yang kerap digunakan sebagai persembahan bagi calon pengantin dalam upacara pernikahan adat Betawi. Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, keberadaan Roti Buaya tidak pernah ditinggalkan karena roti manis ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi. Roti Buaya biasanya dibuat dengan ukuran besar, sekitar 50 cm besarnya dan dibawa oleh pihak pengantin laki-laki pada acara seserahan untuk diberikan kepada calon mempelai wanitanya selain tentunya ada uang mahar, kain kebaya, perhiasan, alat-alat make-up, dan lain-lain dalam seserahan yang dibawa. Roti Buaya dianggap krusialkarena nilai filosofis yang dibawanya, tak heran jika roti ini wajib ada sebab maknanya bagi masyarakat Betawi amatlah penting. Roti Buaya memiliki makna yang dalam karena dianggap sebagai ungkapan atau simbol kesetiaan pasangan yang menikah sekali sumur hidup saja. Asal muasal Roti Buaya ini terinspirasi dari hewan aslinya yang selama hidup kawin sekali saja, hal inilah yang kemudian diyakini masyarakat Betawi secara turun menurun hingga sekarang. Selain itu roti bagi suku Betawi pun menjadi simbol kemapanan ekonomi seseorang, maksudnya selain nanti pengantin menjadi pasangan yang saling setia, pasangan yang menikah tersebut juga punya masa depan yang lebih baik serta hidup dengan mapan.

Biasanya Roti Buaya dibawa sepasang saat acara serah-serahan, ada yang menggunakan satu buah roti buaya berukuran besar saja, tapi ada juga yang membawa sepasang roti buaya besar dengan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan diatas roti buaya besar , simbol dari buaya betina. Meski kehidupan manusia makin moderen, keberadaan roti buaya di acara pernikahan masih dipakai hingga sekarang, bisa dibilang untuk memesan atau mendapatkan penjual Roti Buaya khususnya di daerah ibukota Jakarta tidaklah sulit. Roti buaya manis ada yang punya rasa cokelat, keju, strawberry atau nanas, tergantung pesanan. Teksturnya lembut layaknya roti biasa. Harganya variatif namun rata-rata dibandrol mulai Rp. 50.000,- tergantung pengemasan dna ukuran, karena Roti Buaya adalah hidangan perayaan di acara spesial, maka tidak setiap hari ada ditemui di toko roti biasa, harus pesan dulu. Sebenarnya Roti Buaya sendiri menggunakan bahan-bahan sederhana, komponennya berupa tepung terigu, telur, margarin, gula pasir, garam, ragi, susu bubuk juga perwarna makanan, namun tetap saja untuk membentuknya menjadi bentuk buaya butuh skill khusus, setelah bahan-bahan tercamur rata dan menjadi satu adonan, baru lah bahan roti dipanggang dalam oven. (Arisca Meir/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: resep-cakeroti-enak.blogspot.com)