Rujak Bebek, Rujak Tumbuk yang Maknyusss

By on September 12, 2013

Cirebon punya banyak khasanah kuliner yang akhirnya kemudian tersebar ke seluruh nusantara dan punya penggemarnya masing-masing. Seperti halnya Rujak Bebek / Bebeg (beubeuk), rujak buah yang cara pembuatannya dibebek-bebek atau dalam Bahasa Indonesia yakni dilumatkan dengan cara dicampur ke dalam sebuah alat khusus bersama bumbu-bumbu sambal / saus rujaknya ini jadi kudapan favorit banyak orang tidak hanya orang Cirebon saja, tidak heran jika varian rujak yang satu ini mudah dijumpai hampir di semua daerah. Rujak Bebek / Bebeg menggunakan buah-buahan segar sebagai komponen utama pembuatannya. Biasanya buah-buahan yang bertekstur keras seperti mangga, jambu, mentimun, pepaya muda, bengkoang, kedondong, nanas muda atau ubi muda yang dipilih untuk dibuat rujak bebek ini, tak jarang juga dicampur dengan buah mengkudu muda (pace).

Cara membuatnya mudah, buah-buahan tersebut dikupas dan dicuci bersih terlebih dahulu, lalu kemudian dipotong kecil-kecil, setelah itu buah-buahan itu ditumbuk dalam sebuah lesung (alu) kecil terbuat dari kayu bersama gula merah, cabai rawit, garam, sedikit terasi, dan air asam sehingga muncul rasa yang manis, pedas, asem yang menggoda apalagi bila cuaca sedang panas, seporsi rujak bebek diberi  es batu diatasnya mampu memberikan sedikit semangat bagi tubuh yang lesu kepanasan. Dulu, rujak bebek disajikan dalam wadah pincuk daun pisang dengan sendok juga dari daun pisang yang dilipat, namun kini seiring perkembangan jaman rujak bebek disajikan menggunakan piring kecil atau bila dibungkus menggunakan plastik mika dengan sendok plastik. Harganya relatif terjangkau, berkisar Rp. 5000,- per porsi. Penjual rujak bebek masih menggunakan cara tradisional dalam memasarkan dagangannya, biasanya ia berkeliling komplek rumah menggunakan pikulan. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: flickr.com)