Ruwatan Gembel, Cukur Rambut Gimbal Dieng, Wonosobo

By on February 10, 2014

Dataran tinggi Dieng tak hanya dikenal dengan pemandangannya yang eksotis, Dieng juga memiliki nuansa-nuansa mistis dan dianggap suci yang menarik untuk ditelisik lebih jauh lagi. Dari namanya, Dieng berasal dari kata jawa kuno  dihyang yang berarti tempat arwah para leluhur. Salah satu ritual rutin yang biasa  dilakukan oleh masyarakat Dieng adalah Ruwatan Gembel.

Beberapa desa di Dieng memiliki Anak-anak asli Dieng yang berusia 40 hari sampai 6 tahun yang memiliki rambut gimbal yang alami. Anak gimbal tersebut  awalnya terserang demam dengan suhu tubuh sangat tinggi disertai menggigau waktu tidur. Gejala tersebut tidak bisa diobati sampai akhirnya normal dengan sendirinya namun rambut sang anak akan berubah menjadi gimbal.

Masyarakat Dataran Tinggi Dieng mempercayai bahwa keberadaan rambut gembel adalah titipan Kyai Kolodete, yaitu nenek moyang masyarakat Dieng. Berdasarkan mitos, rambut gembel anak-anak Dieng dianggap sebagai bala (petaka) sehingga anak yang telah dipangkas rambut gembelnya dipercayai akan tumbuh menjadi anak baik yang panjang umur dan banyak rezeki. Tapi untuk memotong rambut gimbal ini, harus menuruti keinginan si anak. Jika dilakukan tanpa permintaan si anak, maka ia akan jatuh sakit dan rambutnya akan gimbal kembali.

Proses pemotongan rambut anak gimbal akan berlangsung sekitar 30 menit bertempat di depan Candi Arjuna. Pencukuran rambut gimbal ini dilakukan tokoh masyarakat didampingi pemandu dan pemangku adat. Setelah melakukan penyerahan benda atau hal yang diminta si anak gimbal sebelumnya, Para abdi upacara akan menghanyutkan potongan rambut gimbal ke Telaga Warna yang mengalir ke Sungai Serayu dan berhilir ke Pantai Selatan di Samudera Hindia.

Pelarungan potongan rambut gimbal ke sungai menyimbolkan pengembalian bala (kesialan) yang dibawa si anak kepada para dewa. Ada kepercayaan bahwa anak-anak gimbal ini ditunggui jin dan pemotongan rambut tersebut akan mengusir jin keluar dari tubuhnya sehingga segala bala akan hilang dan rezeki pun datang.

Ruwatan rambut gembel ini sudah dimasukkan dalam acara tahunan, yakni Dieng Culture Festival yang digelar pada bulan Juli. Acara ini menampilkan ruwatan rambut gimbal, festival seni budaya, pameran kerajinan khas Dataran Tinggi Dieng. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com – Foto)