Sambal CUK, Tak Hanya Pedas Tapi Juga Membuat Ibu Rumah Tangga Jadi Jutawan

By on March 23, 2015

Sambal, inilah kuliner khas Indonesia yang tidak boleh terlewatkan dalam daftar makanan khas Indonesia yang tak terlupakan. Ada banyak jenis sambal yang menjadi favorit orang Indonesia, bahkan beberapa daerah memiliki sambal khasnya sendiri. Meski hanya sebagai menu pelengkap, tapi keberadaan sambal ini sangat mempengaruhi si penyantap. Tak sedikit juga yang kurang selera makannya jika tidak ada sambal. Melihat peran sambal yang lumayan penting, seorang Ibu rumah tangga pun mencoba-coba bisnis sambal kemasan.

Mujiati, dengan inovasinya membuat sambal siap santap dalam kemasan, ia kini berhasil menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta perbulannya. Bahkan, dirinya memberi melabeli sambal buatannya dengan nama yang cukup ‘pedas’ yakni CUK (Cabe Uleg Kemasan).

Ide berbisnisnya muncul sebelum ia memutuskan resign dari pekerjaaannya. Ia pun berpikir seharusnya memiliki bisnis yang nantinya bisa menopang ekonomi keluarga, terlebih saat perusahaan suaminya mengalami collapse. Ia pun mulai memutar otak untuk memulai bisnis kuliner. Hal ini didasarkan dari opin teman-teman kantornya yang mengatakan masakannya lezat, terutama sambal uleg buatannya.

Akhirnya ia mencoba menjual sambal uleg buatannya kepada rekan-rekan kerja di kantor. Lambat laun, sambal uleg buatannya banyak disukai orang hingga ia pun mulai menerima banyak orderan. Bahka tidak sedikit rekan kerja yang berada di luar Surabaya bahkan luar jawa memesan sambal uleg buatannya. Tak lama, ia memutuskan resign untuk fokus pada bisnisnya.

Bagi sebagian orang, kata CUK memang identik dengan konotasi negatif Namun seperti kata Bu Risma (Walikota Surabaya), bukan berarti kita juga tidak mampu merubah persepsi orang dari sesuatu yang negatif menjadi positif. Buktinya, beliau mampu mengembangkan bisnis batik milik warga Surabaya yang diberi nama Dolly (tempat lokalisasi di Surabaya). Terinspirasi hal tersebut, ia pun memberi nama sambal buatannya dengan nama CUK yang merupakan akronim dari Cabe Uleg Kemasan. Selain kata CUK yang sudah banyak dikenal orang, kata ini pun mudah diucapkan dan  diingat. Sesuai persepsi orang, sambal CUK buatannya ini juga memberikan sensasi pedas yang tak terlupakan.

Pada dasarnya, tiapp orang bisa membuat sambal. Karena itu, ia juga harus memiliki ciri khas agar sambalnya bisa diterima. Sambal CUK buatannya telah melewati uji klinis dan mendapat sertifikat BPOM. Bahkan untuk menjaga kualitasnya, sambalnya juga melalui proses pasteurisasi sehingga menghasilkan cita rasa yang pas di lidah orang Indonesia. Dengan proses pasteurisasi ini juga, sambal CUK memiliki masa expired hingga satu tahun dan tanpa bahan pengawet.Selain itu, meski hanya dengan nasi saja, sambal CUK sudah bisa dinikmati karena didalamnya sudah ada potongan-potongan ikan yang bisa dijadikan laut makan.

Untuk masalah bahan baku, tidak jarang satu kilo cabe bisa mencapai seratus ribu rupiah. Berdasarkan pengalamannya, harga cabe meningkat drastis hanya kurang lebih dua-tiga bulan saja. Setelah itu, harganya akan normal kembali. Karena itu, sebelum mengalami kenaikan, ia sudah membeli cabe yang selanjjutnya disimpan dalam frezer yang bisa menampung hingga 50 kg cabe setengah matang yang siap diolah. Dengan cara itu, sambal CUK buatannya tidak banyak mengalami kenaikan harga.

Untuk mencapai kesuksesannya kini, ia memiliki rules yang selalu ia ingat, yakni Fokus dan komitmen. Kedua hal tersebut merupakan hal penting dalam menjalankan pekerjaan atau bisnis secara profesional. Jika Anda mampu bekerja dengan fokus dan komitmen maka bukan tidak mungkin setiap kesulitan yang dihadapi akan menemukan solusinya. Selain itu, untuk menjadi seorang pebisnis sejati maka tidak boleh ada kata ‘pantang menyerah’ dalam setiap usahanya.

Sedangkan bagi para ibu-ibu yang sedang menberbisnis sebaiknya tetap memposisikan dirinya sebagai seorang istri yang bertanggung jawab. Jangan sampai timbul ego bahwa dengan dirinya menjadi seorang pengusaha maka dirinya sudah mampu mencari nafkah sendiri sehingga tidak menghargai kedudukan suami sebagai seorang pemimpin rumah tangga. Apa yang dijalankan seorang istri dalam berbisnis itu pada dasarnya juga restu dari suami dan juga anak-anaknya. Apa yang didapat dari seorang istri yang berbisnis pun juga untuk suami serta anak-anaknya. Jadi, seorang perempuan yang menjalankan bisnis jangan sampai melupakan kedudukannya sebagai seorang istri dan juga ibu bagi anak-anaknya. (sumber: studenpreneur)