Tak Ada Lebaran di Lombok Tanpa Poteng Jaje Tujak

By on January 28, 2015

Saat lebaran tiba, rasa-rasanya ada yang kurang jika tidak tersedia ketupat di meja makan. Bagi orang Gresik belum lebaran kalo belum makan ikan bandeng, sedangkan bagi orang Lombok? Dipastikan anda akan menemukan Poteng Jaje Tujak di meja makan saat berlebaran di Lombok.

Sebutan Poteng Jaje berasal dari bahasa suku sasak yang merupakan suku asli Lombok. Poteng berarti Tape, dan jaje berarti jajanan, sedangkan tujak berati dipukul-pukul. Jika diartikan secara keseluruhan, Poteng Jaje Tujak berarti jajan yang dibuat dengan cara dipukul-pukul dan dinikmati bersama tape.

Poteng Jaje Tujak sebenarnya merupaka dua jenis makanan yang sama-sama terbuat dari ketan. Poteng dibuat dari ketan yang dikukus dan diberi ragi. Selanjutnya poteng diberi warna hijau dari daun suji, serta diberi tambahan pemanis agar manis. Sedangkan jaje tujak terbuat dari ketan putih yang dikukus dan ditumbuk lalu dibentuk seperti kotak.

Menurut kepercayaan, konon jika poteng dibuat oleh wanita yang sedang datang bulan, maka rasa poteng akan tidak enak. Karena itu, wnita yang membuatnya harus dalam keadaan suci, bersih, dan pembuatannya dilakukan setelah sholat atau berwudhu.

 Ada dua jenis Jaje Tujak yang sering disajikan. Versi basah yang dikenal dengan nama Poteng Jaje Tujak. Sedangkan versi kering, yaitu Jaje Tujak yang digoreng. Jenis yang satu ini sudah nikmat dimakan tanpa pendamping apapun. Jadi saat anda berkesampatan untuk berlebaran di Lombok, jangan lupa mencicip Poteng Jaje Tujak ya.