Tanjidor, Umurnya Setua Pemainnya

By on May 1, 2013

Bagi para penduduk asli Jakarta dan sekitarnya pasti mengenal Tanjidor. Salah satu kesenian andalan dari negeri batavia yang mulai kehilangan jejaknya. Tanjidor termasuk kesenian musik yang terpengaruh dengan pengaruh musik Eropa. Tanjidor menggunakan beberapa alat musik yang erat hubungannya dengan kesenian musik Eropa seperti klarinet, piston, trombone, serta terompet.

Musik tanjidor berasal dari bahasa Portugis, yaitu tangedor, yang artinya kelompok musik berdawai. Musik tanjidor diperkenalkan oleh bangsa Portugis kepada masyarakat Betawi pada abad ke-19. Selain itu dalam informasi lain, kata Tanjidor berasal dari nama kelompok sisa-sisa musik Tangsi (asrama militer Jepang) yang dimainkan masyarakat Betawi yang bekerja bukan sebagai pemain musik, melainkan bermain musik untuk kepuasan batin dan kesenangan saja serta kegemaran masyarakat.

Oleh masyarakat pendukungnya Tanjidor biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan seperti pernikahan, khitanan dan sebagainya, atau pesta-pesta umum seperti untuk merayakan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan. Sampai tahun 1950-an,  rombongan-rombongan Tanjidor biasa mengadakan pertunjukan keliling. Pertunjukan keliling terutama dilakukan pada waktu pesta Tahun Baru, baik Masehi maupun Imlek. (Hikari/inloveindonesia.com)