The World Royal Heritage Festival 2013, Jakarta

By on November 29, 2013

Ibukota metropolitan Jakarta akan memancarkan aura kerajaan klasiknya ke seluruh dunia dalam event The World Royal Heritage Festival yang berlangsung dari tanggal 5-8 Desember 2013. Acara ini akan dipusatkan di landmark yang paling ikonik di Jakarta , Monumen Nasional atau Monas .

The World Royal Heritage Festival diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan  Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara ( FSKN ) yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya keraton ke seluruh Indonesia dan luar negeri yang masih memainkan peran penting hingga hari ini. Acara ini juga bertujuan untuk memperkuat ikatan di antara kerajaan (keraton) yang ada di seluruh dunia .

Acara ini akan dihadiri oleh 169 delegasi dari negara-negara anggota FSKN , terdiri dari kesultanan Indonesia , penglingsir , Kasunanan , Saoraja , Pura , dan lainnya . The World Royal Heritage Festival juga mengundang delegasi dari 11 kerajaan dari seluruh dunia termasuk Malaysia , Singapura , Filipina , Norwegia , Swedia , Jepang , Arab Saudi , Oman , Brunei Darussalam , Denmark , Inggris Britania Raya , dan Irlandia Utara . Delegasi yang berpartisipasi akan menampilkan berbagai seni dan budaya mereka.

Acara ini akan diselenggarakan dengan serangkaian kegiatan termasuk seminar , Lokakarya , Pameran Sacred Heirloom Artifacts, Fesyival Kuliner, Tarian Tradisional dan Royal Dress Show, serta Seni dan Kebudayaan.

Acara ini akan dibuka secara resmi pada tanggal 5 Desember 2013 di Hotel Borobudur oleh Gubernur DKI Jakarta , Joko Widodo . Upacara pembukaan juga akan diakan dilengkapi dengan prosesi dalam kesultanan , dan keluarga kerajaan di bawah payung kerajaan ( Payung Nusantara ) . Sejumlah tarian tradisional Indonesia termasuk Tari Topeng , Tari Tabur Beras Kuning , dan Tari Pendet .  pada hari tersebut juga akan diadakan seminar dengan topik utama : ” Peradaban di kepulauan Indonesia dan Kontribusinya untuk Masa Depan Peradaban Dunia ” .

The World Heritage Festival akan menghadirkan Pameran Istana , yang menampilkan berbagai artefak kerajaan , yang akan berlangsung di Ruang Diorama Monas dari tanggal 5-8 Desember 2013,  dan Culinary festival yang akan dilaksanakan di Plaza Barat Monas pada tanggal yang sama .

Pada tanggal  6-7 Desember 2013, The World Heritage Festival akan menampilkan berbagai workshop yang berlangsung di Taman Barat Monas . Antara lain , akan ada lokakarya tentang Keris ( Kris ) keputusan oleh Kandjeng Atmo , Lokakarya Batik dari Asosiasi Koperasi Batik Indonesia , Lokakarya tentang Jamu oleh Dr Hj . BRA Mooryati Soedibyo , dan Lokakarya Gamelan oleh Kandjeng Radityo . Pada saat yang sama, di Plaza Monas sebelah selatan  akan menjadi tempat untuk berbagai pertunjukan seni dan budaya termasuk Ramayana Betawi ( Jakarta ) , Jamparing Sekar Kinasih ( Jawa Barat ) , Sumpah Amukti Palapa ( Bali ) , Kembang Argayasa (Solo – Central Java ) , dan Jatilan Pura Bumi Djojonegoro .

Festival akan mencapai puncaknya dengan Parade Budaya pada Minggu, 8 Desember, 2013 . pada parade tersebut akan hadir para Raja , Sultan , Pangeran , dan keluarga kerajaan dari berbagai kerajaan dan masyarakat kerajaan dan juga 30  kereta kuda . Parade tersebut akan mengambil rute dari gerbang utara timur Monas ke Jalan Medan Merdeka Utara – melewati Istana Merdeka sampai ke Medan Merdeka Barat – Medan Merdeka Selatan – berbalik arah di depan Balai Kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, lalu Jalan Mh.Tamrin dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia . (ensiklopediaindonesia.com) (jakarta-tourism.go.id)