Wisata “Petik Sendiri Strawberrymu” di Ciwidey, Jawa Barat

By on September 24, 2013

Daerah Jawa Barat khususnya Bandung punya banyak tujuan wisata yang menarik dan variatif, mulai dari wisata kuliner, wisata belanja, hingga wisata alam yang dikemas dengan kegiatan-kegiatan seru yang bisa anda nikmati bersama rombongan keluarga maupun teman-teman anda. Salah satu tujuan wisata yang unik dan jarang anda temui di tempat lain yakni wisata memetik sendiri buah strawberry di perkebunan strawberry yang terdapat di daerah Ciwidey, objek wisata dengan konsep agrowisata ini selain punya muatan entertain juga muatan edukasi, tidak heran jika agrowisata ini banyak menyedot minat wisawatan khususnya mereka yang tinggal di luar kota Bandung. Agrowisata kebun strawberry menjadi ciri khas jika anda berkunjung ke tanah parahyangan ini, ya buah dengan tampilan yang merah menggoda ini memang banyak dibudidayakan di dataran tinggi wilayah Bandung, rasa asam segarnya selain baik untuk tubuh, banyak pula manfaat lainnya yang bisa diambil dari buah kecil nan imut ini. Kawasan agrowisata Ciwidey memang lebih populer ketimbang kawasan perkebunan strawberry di daerah Lembang, karena memang pelopor agrowisata dengan tawaran petik strawberry sendiri ini dimulai dari sini, disamping itu akses menuju Ciwidey yang mudah dicapai dengan kendaraan apapun baik kendaraan roda empat maupun roda dua serta tersedianya sarana transportasi umum yang memadai menjadi faktor pendukung, ditambah lagi jumlah petani strawberry disini memang amat banyak dan lokasinya yang berdekatan dengan tujuan wisata lain yakni Kawah Putih. Perkebunan Strawberry Ciwidey berada di bagian Selatan kota Bandung, jika anda naik mobil pribadi arahkan saja setir anda menuju wilayah Ciwidey, bila naik kendaraan umum, naiklah angkutan dengan tujuan Terminal Ciwidey dari Terminal Leuwipanjang menggunakan bus atau elf, setelah itu tinggal lanjutkan saja perjalanan anda menggunakan angkutan umum sampai ke area perkebunan strawberry yang banyak anda temui di pinggir-pinggir jalan sepanjang jalan utama Ciwidey. Jaraknya kalau dari pusat kota Bandung sekitar 60 km, jika anda dari Jakarta bisa lewat jalur tol Cipularang dan keluar gerbang tol Buah Batu, lanjut ke Soreang  menuju Ciwidey.

Petik-Strawberry

Anda tak perlu kuatir semuanya menawarkan keasikkan yang sama, untuk masuk ke area perkebunan strawberry tidak dikenai tarif atau harus membayar sejumlah biaya tertentu, anda hanya harus membayar “hasil panen” anda dalam artian anda hanya harus membayar berat strawberry yang anda petik selama disana, harganya juga relatif terjangkau, satu kilogramnya dibandrol harga sekitar mulai Rp. Rp. 40.000,-. Jadi nanti hasil petikan strawberry anda ditimbang dan dihargai sesuai beratnya, asik banget kan… Selain anda bisa memanen buah strawberry, anda juga boleh membeli bibit, selian itu biasanya di area perkebunan tersedia tempat beristirahat dengan konsep kafe yang menjual aneka kuliner olahan dari buah strawberry selain tentu ada menu lain khas masakan sunda seperti nasi timbel misalnya.

Jika anda berniat liburan ke Ciwidey, baiknya datang di pagi hari, saat udara masih dingin sejuk (Ciwidey daerah dataran tinggi yang punya hawa dingin dan sejuk), jika siang hari anda kemari bisa jadi matahari sudah tinggi dan terasa panas, apalagi jika sore hari, kabut sudah mulai turun akan menghalangi pandangan mata anda. Lalu yang harus anda perhatikan adalah jika mengunjungi perkebunan strawberry baiknya saat musim kemarau, kabarnya strawberry lebih terasa segar dan enak bila dipanen di musim kemarau, namun jangan kuatir, ada juga perkebunan strawberry yang tidak kena langsung udara terbuka karena dipasangi atap yang tembus pandang. Di daerah Ciwidey ada banyak penginapan dengan harga terjangkau plus resto-resto yang menawarkan menu makan khas Sunda yang menarik.

antarafoto-1209354564-

Seperti yang sudah disinggung di awal, jika anda tidak punya cukup waktu untuk mengunjungi daerah Ciwidey, anda bisa memilih alternatif lain yang menawarkan konsep agrowisata yang serupa di daerah Lembang. (Arisca Meir/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: infobdg.com; travel.detik.com; antarafoto.com)