Yang Pedas Dari Lombok, Nasi Balap Puyung

By on December 24, 2014

Berbicara kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), lidah kita pastinya akan langsung teringat lezatnya ayam Taliwang dan plecing kangkung. Dua kuliner khas Lombok yang yang termahsyur dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Lombok itu bahkan sudah banyak ditemui di kota-kota lain seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Namun, selain ayam Taliwang, Lombok juga memiliki satu menu masakan yang tak kalah menggodanya yakni Nasi Balap Puyung. Dan bisa jadi kuliner ini hanya bisa Anda jumpai di Pulau Lombok. Jadi, jika Anda berkesempatan berada di Lombok, jangan lewatkan kuliner yang membuat lidah bergoyang ini.

Nama Nasi Balap Puyung diambil dari nama daerah asalnya yakni Kampung Puyung, Lombok Tengah, NTB. Pelopor pembuat Nasi Puyung ini merupakan seorang penjual nasi yaitu Papuk Isum yang berasal dari kampung Puyung.

Di Mataram, anda bisa menemukan kedai nasi balap puyung yang asli berasal dari Kampung Puyung adalah Nasi Balap Puyung Inaq Esun. Kedai sederhana ini terletak di depan Hotel Grand Legi, Jalan Sriwijaya, Mataram dan buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00.

Agak mirip dengan kuliner nasi-nasi lain di bagian Indonesia lainnya, nasi puyung sebenarnya hanya nasi putih biasa yang dinikmati dengan pincuk nasi dan memiliki lauk yang khas. Lauk-lauk inilah yang membuat nasi puyung berbeda.  Lauk pauknya yang terdiri dari sambal, kedelai goreng, suwiran, dan daging ayam cincang serta kelapa parut. Sebagaimana masakan Lombok lainnya yang terkenal pedas, Nasi Puyung ini mungkin ada di peringkat tertinggi soal kepedasannya.

Uniknya, saat pertama menyantap daging ayam cincang yang sudah dilumuri sambal, rasanya renyah tidak terlalu pedas. Rasa pedasnya membuat mulut ini tak berhenti mengunyah. Rasa pedas yang cetar membahanan ini terletak pada cabai kering yang dipakai untuk membuat sambalnya. Dijamin sekali mencicipinya, pasti akan ketagihan. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (foto: junantoherdiawan)